Tampilkan postingan dengan label Pembibitan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pembibitan. Tampilkan semua postingan

Sistim Administrasi Pengiriman Benih

By Unknown | At 05.36 | Label : | 0 Comments
Pentingnya Administrasi Pengangkutan Benih
Administrasi pengangkutan benih berfungsi sebagai kendali bahwa semua kegiatan pengangkutan dan distribusi benih sudah dilakukan. Oleh karena itu pada kegiatan administrasi ini adalah merupakan kegiatan surat menyurat dan pencatatan. Selama sebelum dilakuan pengiriman barang biasa terjadi negosiasi dan pemesanan. Surat menyurat merupakan salah satu sarana untuk kegiatan tersebut. Sarana lain bisa melalui pesawat telpon atau internet. Transaksi yang sudah dianggap terjadi persetujuan sebaiknya berupa tulisan dan ditandatangani kedua belah pihak. Selama pengiriman diperlukan adanya bukti kebenaran kondisi benih dan alat transpotasi dengan mengisi cek lis berupa blangko pengontrolan serta bukti bahwa barang berupa benih sudah diserah terimakan.
  
Prosedur Pengiriman Benih

Kegiatan pengiriman harus sesuai dengan prosedur pengiriman yang direncanakan. Setiap perusahaan memiliki prosedur yang tidak selalu sama. Tetapi secara garis besarnya bahwa prosedur pengiriman benih adalah :
  1. Menentukan jadwal pengangkutan
  2. Memesanan dan menyiapkan angkutan
  3. Menginventarisasi dan mengidentifikasi benih yang akan diangkut
  4. Cheking sarana angkutan
  5. Serah terima benih
Dengan adanya prosedur yang sudah direncanakan dan dilaksanakan, maka pengiriman barang akan kecil sekali terjadi kegagalan.

Metode Inkubasi Benih

By Unknown | At 22.13 | Label : | 0 Comments
Metode inkubasi benih didasarkan pada perkembangan patogen.  Meski metode inkubasi akan memakan waktu yang lebih lama, namun hasilnya jauh lebih baik daripada pemeriksaan tanpa inkubasi. 
Pengamatan terhadap benih setelah waktu inkubasi yang ditentukan, dapat dilakukan dengan metode sebagai berikut:

Metode kertas blotter/kertas saring/Kertas serap
Kertas ini digunakan untuk menumbuhkan patogen pada benih.  Setelah waktu inkubasi selesai (5-7 hari), dilakukan pengamatan secara makroskopik terhadap karakteristik patogen yang tumbuh,   yaitu dengan melihat bentuk dan warna koloni cendawan/bakteri yang tumbuh dari benih tersebut.  Pemeriksaan jamur dengan metode ini paling banyak digunakan karena mudah dilaksanakan dengan biaya yang relatif lebih murah.  Jamur yang terbawa benih hampir semuanya dapat diuji dengan metode ini, termasuk Alternaria spp, Botrytis spp, Colletotrichum spp, Fusarium spp, Phoma spp dan lain-lain. 

Metode agar
Pada dasarnya metode ini sama dengan metode kertas blotter, hanya medianya yang berbeda, yaitu dengan menggunakan agar steril, yaitu media PDA (Potato Dextrose Agar)  Setelah waktu inkubasi selesai (5-7 hari), dilakukan pengamatan secara makroskopik terhadap karakteristik patogen yang tumbuh, yaitu dengan melihat bentuk dan warna koloni cendawan/bakteri yang tumbuh dari benih tersebut.  Dibanding metode kertas blotter, metode ini memberikan kondisi yang lebih memadai untuk tumbuhnya spora, tetapi memakan biaya yang lebih banyak serta cara pengerjaan yang harus lebih hati-hati.

Pemeriksaan gejala serangan penyakit pada kecambah/lewat masa kecambah
Pada beberapa patogen terbawa benih atau seed borne, ada yang membutuhkan masa inkubasi yang lama (± 2 minggu), sehingga metode blotter atau agar tidak dapat memberikan gambaran adanya patogen.  Untuk hal  tersebut digunakan metode lain yaitu dengan melihat gejala serangan pada kecambah.  Sebagai medianya digunakan tanah, pasir, atau batu bata, kertas hisap, tissue putih non farfum atau agar air yang sudah disterilisasi.  Metode ini mulai diperkenalkan dan dikembangkan sejak tahun 1917 di Jerman oleh Hitner. Metode ini digunakan untuk melihat gejala serangan Fusarium nivale pada gandum dimana adanya cendawan tersebut tidak dapat terlihat pada saat pengujian daya berkecambah.  Media yang digunakan adalah batu bata yang dihancurkan sampai berukuran 3-4 mm, lalu batu bata tersebut dibasahi dengan air steril yang cukup hingga tidak memerlukan penyiraman selama masa inkubasi.  Suhu yang digunakan untuk merangsang pertumbuhan cendawan tersebut adalah 10-12 derajat C.  Dengan menggunakan teknik yang sama dapat pula memeriksa adanya gejala serangan Septoria dan Drechslera pada serealia, tapi suhu yang diperlukan agak lebih tinggi yaitu 20 derajat C.

Pemeriksaan pertumbuhan tanaman atau “Growing on Test”
Metode ini digunakan untuk mengidentifikasi penyakit benih yang sulit diketahui dengan metode kertas atau agar, atau karena memerlukan waktu inkubasi yang lama, sehingga benih harus ditumbuhkan sampai melebihi masa kecambahnya dimana kemudian baru dapat dilihat gejala penyakitnya, misalnya Lettuce mosaic virus atau penyakit karena cendawan seperti Septoria sp, Fusarium sp pada gandum atau kubis.  Cara pengujian ini dapat digunakan untuk menguji benih-benih yang berasal dari luar negeri (introduksi).  Biasanya benih ditumbuhkan pada media yang steril dan ditumbuhkan pada rumah kaca yang diatur suhu dan kelembabannya. 

Pengujian Serologi
Yaitu uji berdasarkan reaksi biokimia, misalnya Elisa Test.  Pengujian ini biasanya digunakan di negara-negara yang sudah maju karena peralatan dan bahan yang relatif mahal serta diperlukan analis yang sudah terlatih.  Kelebihan pengujian ini cukup sensitif untuk mendeteksi virus, dan hasilnya dapat diperoleh dalam waktu yang singkat.

Pengertian Ekstraksi Benih

By Unknown | At 21.45 | Label : | 0 Comments
Ekstraksi benih adalah kegiatan yang dilakukan untuk memisahkan benih dari bagian tanaman yang lain seperti tangkai malai, daging buah dan kulit buah .Beberapa faktor yang harus diperhatikan di dalam memilih metode ekstraksi yang akan digunakan, yaitu :

Skala produksi
Banyaknya benih yang akan dipanen berkaitan dengan waktu dan jumlah tenaga yang dibutuhkan untuk ekstraksi, karena setelah benih selesai dipanen harus segera diekstraksi untuk menghindari terjadinya kerusakan benih.

Biaya tenaga kerja
Biaya tenaga kerja berkaitan dengan jumlah tenaga kerja yang tersedia, semakin sedikit tenaga kerja yang tersedia biaya atau ongkos yang dikeluarkan untuk tenaga kerja semakin mahal dan hal ini akan mempengaruhi besarnya biaya produksi, harga jual benih dan keuntungan yang diperoleh oleh penangkar benih atau produsen benih.

Sarana dan prasarana
Pemilihan metode ekstraksi sangat berkaitan dengan sarana dan prasarana yang dimiliki oleh penangkar benih ataupun produsen benih, karena tidak semuanya memiliki sarana dan prasarana yang memadai.

Modal
Kelengkapan sarana dan prasarana akan mempercepat proses ekstraksi, namun tersedianya sarana dan prasarana tersebut berkaitan dengan besarnya modal usaha. Sementara itu untuk menyediakan sarana dan prasarana membutuhkan biaya yang besar dan seperti diketahui bahwa industri benih termasuk dalam kelompok usaha agribisnis yang lambat dalam menghasilkan keuntungan dan mengembalikan modal kerja.

Kerusakan
Benih seharusnya dipanen pada saat masak fisiologis tetapi pada kebanyakan penangkar benih memanen benih pada saat masak morfologis , karena masak morfologis lebih mudah ditangani dan untuk menentukan saat fisiologis dibutuhkan peralatan laboratorium serta keahlian khusus yang belum tentu dimiliki oleh setiap penangkar benih. Jika benih di panen  pada saat masak fisiologis maka kadar air benih masih tinggi sehingga benih mengalami kerusakan ,oleh karena itu proses ekstraksi harus dilakukan secara hati-hati.

Sifat benih
Metode ekstraksi sangat berkaitan dengan struktur benih, oleh karena itu  pemilihan metode ekstraksi harus disesuaikan dengan struktur benih sehingga kerusaakan benih akibat proses ekstraksi dapat dicegah. Benih berstruktur rapuh harus mendapat perhatian yang serius dalam melakukan ekstraksi.

Sifat buah
Berdasarkan sifatnya, buah dapat diklasifikasikan menjadi beberapa jenis, yang antara lain:
Dry seed ( buah batu ); buah batu mempunyai kadar air agak rendah pada saat benih mulai masak, karena benih mulai mengering pada tanaman induknya sebelum di panen. Beberapa tanaman yang termasuk dalam buah batu adalah kubis, selada, kacang-kacangan dan bawang.

Fleshy fruit ( buah berdaging ); pada buah berdaging, sebelum benih di ekstraksi buahnya dapat dikeringkan terlebih dahulu setelah buah masak. Tanaman yang termasuk dalam buah berdaging adalah cabai, okra dan pare ( bitter gourd )

Wet fleshy fruit ( buah berdaging dan berair ); Buah tipe ini, selain berdaging juga berair seperti tomat dan semangka sehingga pada saat benih masaak fisiologis dan masak morfologis kandungan air benih masih tinggi dan benih diselaputi oleh lendir yang mengandung bahan yang bersifat inhibitor. Sebelum benih dikeringkan lendir yang ada dihilangkan dengan cara kimiawi atau tanpa menggunakan zat kimia tetapi dengan cara difermentasikan terlebih dahulu kemudian benih dicuci dengan air sampai bersih dan bebas dari lendir.

Pengambilan Contoh Benih

By Unknown | At 17.44 | Label : | 2 Comments
Pengambilan Contoh Benih
Pengambilan contoh primer
Contoh primer bisa diambil dari setiap wadah atau dari setiap titik pengambilan, pada wadah tertentu atau tumpukan benih dari lot yang sama. Alat yang digunakan tidak boleh merusak benih dan harus sesuai dengan bentuk, ukuran, berat jenis dan sifat benih.
Apabila benih yang dikemas dalam wadah, maka pengambilan contoh harus diacak atau dibuat rencana pengambilan yang secara sistematis. Pengambilan contoh mesti diambil dari bagian atas, tengah dan bawah, dan tidak hanya satu posisi dalam wadah kecuali volume sesuai dengan daftar intensitas pengambilan contoh. Sedangkan untuk benih curah dengan wadah yang besar maka pengambilan contoh harus dari berbagai posisi dan kedalaman.
Untuk benih yang lengket maka pengambilan benih harus menggunakan tangan; sebab bila menggunakan alat, contoh benih kemungkinan rusak.
Untuk benih yang dikemas dakam wadah kecil atau kedap udara (misal: kaleng, atau plastik) maka pengambilan sebaiknya dilakukan sebelum benih dikemas atau saat proses pengisian ke dalam wadah kecil sesuai aturan berikut:
  1. Wadah yang besar harus tertutup dan diberi tanda sesuai dengan ketentuan;
  2. Pada saat membuka dan memindahkan benih dari wadah yang besar ke wadah yang kecil harus diawasi oleh petugas pengambil contoh benih;
  3. Tidak  dilakukan  prosesing  selama  pengisian  benih  ke  dalam wadah kecil atau wadah kedap udara.
  4. Apabila hal di atas tidak dapat dilakukan, maka pengambilan contoh primer mengikuti butir 2).
Pengambilan contoh komposit
Bila contoh primer dalam lot kelihatan homogen, maka contoh tersebut digabung dalam satu kantong menjadi contoh komposit. Dalam kasus tertentu, beberapa contoh primer dapat secara langsung dimasukkan ke dalam satu wadah. Untuk contoh primer yang tidak homogen, maka permohonan pengujian kelompok benih tersebut tidak boleh diteruskan atau ditolak.

Pengambilan contoh kirim
Contoh kirim didapat dari pengurangan contoh komposit dengan menggunakan salah satu metode yang telah ditetapkan sehingga diperoleh volume contoh yang sesuai.
Apabila pencampuran dan pengurangan dengan tepat pada kondisi gudang tidak mungkin dilakukan, maka contoh komposit harus dibawa ke laboratorium untuk pengurangannya.
Bila contoh komposit volumenya sesuai untuk contoh kirim maka tidak perlu dilakukan pengurangan.
Pemilik benih dapat mengambil contoh tambahan (duplicate sample) bersamaan dengan saat petugas mengambil contoh promer. Cara pengambilan sama dengan cara pengambilan contoh primer.

Menentukan Metode Pengambilan Contoh Benih

By Unknown | At 17.29 | Label : | 1 Comments
Menentukan Metode Pengambilan Contoh Benih

Prinsip umum
Contoh benih diambil secara acak dari berbagai posisi pada kelompok benih kemudian digabungkan. Contoh ini diperoleh dari satu atau lebih contoh secara bertahap. Setiap tahapan kemudian digabung dengan sub contoh yang lain atau dicampur dari bagian-bagian yang diacak.

Petunjuk umum
Contoh benih harus diambil oleh petugas yang kompeten, yang sudah mengikuti latihan dan berpengalaman dalam pengambilan contoh benih. Petugas harus indenpenden, bebas tekanan komersial serta mengikuti aturan pengambilan contoh yang sudah ditetapkan.
Kelompok benih harus ditata/disusun atau diatur secara baik sehingga setiap wadah mempunyai kemungkinan yang sama untuk diambil contohnya.
Bila keadaan kelompok benih atau wadah tidak memungkinkan penerapan prosedur pengambilan contoh, maka pengambilan contoh ditunda. Petugas berhak meminta data yang lengkap tentang pencampuran dan pencurahan dari kelompok benih yang dimaksud kepada pemiliknya. Bila ternyata dokumen tidak lengkap, dan benih secara fisik kelihatan hetrogen, maka pengambilan contoh dapat dibatalkan/ditolak.

Intensitas pengambilan contoh
Isi wadah 15 – 100 kg
Intensitas pengambilan contoh benih harus memenuhi persyaratan minimum sebagai berikut:

Jumlah wadah
Jumlah contoh yang diambil
1 – 4 wadah
3 contoh primer dari setiap wadah
5 – 8 wadah
2 contoh primer dari setiap wadah
9 – 15 wadah
1 contoh primer dari setiap wadah
16 – 30 wadah
15 contoh primer dari kelompok benih
31 – 59 wadah
20 contoh primer dari kelompok benih
≥ 60 wadah
30 contoh primer dari kelompok benih

Isi wadah < 15 kg
Jika benih dalam wadah kurang dari 15 kg seperti kaleng, karton, atau wadah lain yang biasa digunakan oleh pedagang eceran, cara pengambilan contohnya adalah beberapa wadah digabung menjadi satu unit yang beratnya tidak lebih dari 100 kg per unit yang dianggap sebagai satu wadah (tabel 3). Contoh 100 kaleng @ 1 kg, dianggap sebagai 1 wadah sehingga diambil 3 contoh primer (@ 1 kg).

Isi wadah > 100 kg
Intensitas pengambilan contoh benih harus memenuhi persyaratan minimum sebagai berikut:

Volume lot
Jumlah contoh primer
101 – 500 kg
minimal 5 contoh primer
501 – 3.000 kg
1 contoh primer setiap wadah 300 kg, minimal 5 contoh primer.
3.001 – 20.000 kg
1 contoh primer setiap wadah 500 kg, minimal 10 contoh primer.
≥ 20.001 kg
1 contoh primer setiap wadah 700 kg, minimal 40 contoh primer.


Berat minimum contoh kirim 
Contoh kirim untuk penetapan kadar air 100 gr, untuk benih yang ditumbuk, dan 50 gr untuk jenis yang lainnya  Untuk semua pengujian, berat contoh kirim ditetapkan dalam kolom 6 tabel 3. Sedangkan untuk menentukan analisis kemurnian volume contoh kirim tidak boleh kurang dari contoh kerja yang ditetapkan dalam kolom 5 tabel 3. Bila contoh kirim kurang dari ketentuan, benih harus diberi keterangan dan pengujian dilakukan dengan contoh kirim tunggal. Untuk benih yang sangat mahal, apabila contoh kirim tidak memenuhi ketentuan, pengujian tetap harus dilakukan dengan memberikan catatan pada laporan hasil uji sebagai berikut: “Berat contoh kirim yang diterima hanya ..... gr dan tidak memenuhi persyaratan minimum contoh kirim.

Kelompok Benih dalam Pengujian Mutu

By Unknown | At 17.19 | Label : | 0 Comments
Kelompok benih yang akan diuji harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:

Volume
Volume kelompok benih harus memenuhi aturan asosiasi pengujian mutu benih internasional (ISTA Rules, 2004) sebagaimana terurai pada tabel 1 dengan toleransi 5%, kecuali untuk benih tanaman semak (herbage) dan benih tanaman hias (amenity seed) yang dikirim dalam bentuk curah (bulk) dimana benih tidak dimasukkan dalam kantung benih (sachet). Bila kelompok benih melebihi ketentuan volume, maka kelompok yang besar tadi harus diubah sesuai ketentuan, kemudian harus dipisahkan dan masing-masing diberi tanda.

Homogenitas
Kelompok benih harus dihomogenkan sedemikian rupa sehingga tidak ada catatan/keterangan heterogen. Apabila ada keterangan heterogen maka dapat dilakukan pengujian heterogenitas pada kelompok benih tersebut dengan mengambil beberapa wadah.
 
Wadah
Setiap mwadah harus ditutup rapat/disegel dan diberi label atau tanda untuk memudahkan identifikasi kelompok benih. Benih dalam bentuk curah atau wadah tidak tertutup tidak dapat disertifikat.

Penandaan dan penutupan wadah
Pada saat pengambilan contoh, semua wadah harus diberi label/ tanda untuk menunjukkan identitas kelompok benih. Identitas contoh kirim mengikuti identitas kelopmpok benih yang diambil. Petugas pengambil contoh bertanggung jawab terhadap contoh kirim.


Faktor yang Berpengaruh terhadap Keberhasilan Okulasi

By Unknown | At 05.12 | Label : | 0 Comments
Ada 3 faktor yang memepengaruhi keberhasilan okulasi yaitu faktor lingkungan, faktor tanaman, dan faktor manusia.

1.  Faktor lingkungan
Waktu penempelan; pada umumnya penempelan dilakukan pada waktu cuaca yang cerah, tidak hujan, dan tidak di bawah terik matahari.
Temperatur dan kelembaban; Temperatur dan kelembaban yang optimal akan mempertinggi pembentukan jaringan halus, yang sangat diperlukan untuk berhasilnya suatu tempelan. Temperatur yang diperlukan dalam penempelan berkisar antara 7,2-32,0 derajat C, bila temperatur kurang dari 7,2 derajat C pembentukan kalus akan lambat. Bila lebih dari 320 C pembentukan kalus juga lambat dan dapat mematikan sel-sel pada sambungan. Temperatur optimum pada penyambungan adalah 25-30 derajat C. Penempelan memerlukan kelembaban yang tinggi, bila kelembaban rendah akan mengalami kekeringan, dan menghambat/menghalangi pembentukan kalus pada sambungan karena banyak sel-sel pada sambungan mati.
Cahaya; Cahaya matahari berpengaruh pada waktu pelaksanaan penempelan berlangsung. Oleh karena itu penyambungan sebaiknya dilakukan pada waktu pagi atau sore hari pada saat matahari kurang kuat memancar dan sinarnya. Cahaya yang terlalu panas akan mengurangi daya tahan batang atas terhadap kekeringan, dan dapat merusak kambium pada daerah sambungan.

2.  Faktor tanaman
Kompatibilitas dan inkompatibilitas; Pada umumnya batang atas dan batang bawah dari varietas yang sama akan menghasilkan tempelan yang kompatibel, dan biasanya gabungan tanaman/hasil tempelan yang dihasilkan akan hidup lama, produktif dan kuat. Lawan dari kompatibel adalah inkompatibel. Gejala-gejala inkompatibilitas antara dua tanaman yang di tempel antara lain :
  1. Gabungan antara species, varietas atau klou-klou yang tidak pernah membentuk sambungan.
  2. Gabungan antara dua tanaman dimana jumlah dari keberhasilan sambungan sangat kecil.
  3. Setelah sambungan tumbuh, tetapi tanaman tiba-tiba mati.
  4. Adanya perbedaan antara batang atas dan batang bawah dalam pertumbuhan vegetatif pada permulaan atau akhir musim.
  5. Adanya petumbuhan yang berlebihan di atas atau di bawah sambungan.
  6. Terjadi penghambatan tumbuh pada tanaman hasil sambungan (tanaman menjadi kerdil).
Keadaan fisiologi tanaman; Beberapa tanaman mengalami kesukaran untuk ditempelkan ke tanaman lain, karena jenis tanaman tersebut sulit membentuk kalus.
Pengelupasan kulit kayu; Pengelupasan kulit kayu sangat berpengaruh pada okulasi. Bila kulit kayu mudah mengelupas, kerusakan kambium pada batang atas dan batang bawah yang akan diokulasi dapat dihindari. Penyatuan kambium; Agar persentuhan kambium batang atas dan batang bawah lebih banyak terjadi, maka diperlukan ukuran batang bawah dan batang atas dipilih yang hampir sama.

3.  Faktor pelaksana
Keahlian; Kecepatan menyambung merupakan pencegahan paling  baik terhadap infeksi penyakit dan kerusakan pada kambium.
Kesempurnaan alat; Dalam penyambungan diperlukan ketajaman dan kebersihan alat, tali pengikat yang tipis dan lentur.

Tahapan Okulasi

By Unknown | At 04.57 | Label : | 0 Comments
Secara praktis, okulasi dilakukan dengan 3 tahapan yang dilakukan secara berurut. Tahapan tersebut antara lain pembuatan jendela okulasi, penyisipan mata entres, dan pembalutan bagian tanaman yang diokulasi.

Pembuatan jendela okulasi
Jendela okulasi adalah jendela yang dibuat pada batang bawah dan digunakan sebagai tempat untuk menempelkan mata entres. Jendela okulasi dibuat dengan mengiris dan mengelupas sebagian kulit pada batang bawah dengan lebar yang sesuai dengan mata entres yang akan ditempelkan. Ada 4 bentuk irisan jendela okulasi. Bentuk-bentuk irisan tersebut harus disesuaikan dengan bentuk sayatan mata entres yang akan ditempelkan. Secara teoritis, pembuatan jendela okulasi harus memperhatikan arah penyinaran matahari, maksudnya jika matahari tengah berada di bagian bumi selatan, maka jendela okulasi dibuat dibagian batang sebelah utara, begitupun sebaliknya. Hal ini dimaksudkan agar agar pertautan okulasi nantinya tidak terkena sinar matahari secara langsung dan transpirasi pada pertautan tersebut dapat diminimalkan.

Pengambilan mata entres
Mata entres adalah mata tunas yang berasal dari pohon entres yang diambil dan ditempelkan pada jendela okulasi untuk menghasilkan pertautan okulasi. Pengambilan mata entres dilakukan dengan menyayat kulit dari cabang entres yang memiliki tunas menggunakan pisau yang tajam.

Penempelan mata tunas ke jendela okulasi
Mata entres yang sudah diambil kemudian ditempelkan pada jendela okulasi. Penempelan mata tunas dilakukan secara hati-hati agar jangan sampai merusak kambium. Kebersihan pada bagian yang dipertautkan harus diperhatikan agar pertautan dapat melekat sempurna.

Pembalutan pertautan okulasi
Pertautan okulasi harus dibalut atau diikat dengan tali plastik bening agar pertautan dapat menyatu dengan sempurna. Selain itu pembalutan juga bertujuan menghindari kontaminasi bagian tanaman yang terluka dari mikroorganisme pengganggu seperti jamur dan bakteri yang dapat mempengaruhi keberhasilan okulasi.
Tali plastik yang digunakan untuk membalut pertautan okulasi sebaiknya adalah tali plastik yang berbahan polianil klorida dengan ukuran panjang 30 cm, lebar 3-5 cm, dan tebal 0,1 mm. Cara pembalutan tempelan dilakukan dari bagian bawah ke bagian atas agar jika hujan, pertautan okulasi tidak dimasuki air. Pengikatan pertautan tidak boleh terlalu keras agar mata tunas tidak rusak.

Pembukaan pembalut pertautan
Setelah 3-4 bulan sejak dilakukannya okulasi, pembalut pertautan harus dibuka agar pertumbuhan mata entres tidak terhambat. Okulasi dikatakan berhasil jika entres yang ditempelkan tetap hijau dan mata tunasnya tumbuh, sedangkan pada okulasi yang tidak berhasil, entres berwarna hijau kemerahan atau hitam. Untuk tanaman yang okulasinya tidak berhasil, okulasi dapat diulang pada bagian batang lainnya.

Pemotongan batang bawah
Jika okulasi sudah dipastikan berhasil, batang bawah harus segera dipotong agar hasil fotosintesis tanaman dapat dimanfaatkan untuk pertumbuhan mata entres secara maksimal. Bentuk potongan miring ke belakang agar pertautan okulasi tidak teraliri air jika hari hujan. Pemotongan batangbawah dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu:
a.    Batang bawah dipotong pada 5-15 cm diatas pertautan okulasi secara penuh. Pemotongan pada ketinggian >5 cm dapat mengakibatkan pertautan okulasi stress dan mati, sedangkan pemotongan pada ketinggian >15 cm mengakibatkan kesulitan pada proses penanganan bibit selanjutnya.
b.    Batang bawah dipotong pada 5-15 cm diatas pertautan okulasi secara setengah. Batang bawah yang setengahnya lagi dilengkungkan ke bawah lengkungkan. Hal ini dimaksudkan agar peredaran fotosintat tetap berlangsung sehingga pertumbuhan tunas lebih cepat dan kuat. Setelah tunas okulasi dirasakan sudah cukup kuat, batang bawah baru dipotong seluruhnya.
Setelah pemotongan dilakukan, luka yang dihasilkan harus segera ditutup agar penguapan tanaman dapat diminamalkan dan luka tidak terinfeksi oleh mikroorganisme pengganggu. Penutupan dilakukan menggunakan plastik atau lilin.

Pendongkelan tanaman hasil okulasi
Pendongkelan dilakukan ketika tanaman akan dipindahkan ke lapangan atau ke polibag. Pendongkelan dapat dilakukan menggunakan cangkul, trisula, atau linggis, namun pendongkelan akan lebih mudah jika dilakukan menggunakan alat khusus berupa pulling jack. Untuk memudahkan pendongkelan, tanah disekitar tanaman harus disiram terlebih dahuu menggunakan air dan dibiarkan selama 1 malam.

Pengertian Okulasi

By Unknown | At 04.47 | Label : | 1 Comments
Pengertian Okulasi
Okulasi (menempel, budding; red) adalah salah satu teknik perbaikan kualitas tanaman secara vegetatif buatan yang dilakukan dengan menempelkan mata tunas dari tanaman yang unggul ke batang tanaman lainnya. Sama seperti jenis perbanyakan vegetatif buatan lainnya, okulasi juga dilakukan untuk memperoleh bibit tanaman yang berkualitas baik. Namun, dibandingkan dengan tanaman yang dihasilkan cangkok dan stek, tanaman yang diperoleh dari okulasi akan memberikan kualitas yang lebih baik. Hal ini karena okulasi dapat menggabungkan 2 sifat unggul dari masing-masing bagian tanaman yang diokulasikan yakni sifat unggul batang bawah (contohnya perakaran yang kuat) dan sifat unggul dari tanaman entres (buah yang lebat). Tidak berbeda dengan sambung, okulasi biasanya dilakukan dengan menggabungkan tanaman-tanaman yang masih dalam satu spesies. Okulasi antartanaman yang berbeda spesies jarang dilakukan karena tingkat keberhasilannya sangat rendah, hal ini disebabkan oleh perbedaan sifat fisiologis dari masing-masing spesies menghambat penyatuan batang atas dan batang bawah.

Waktu Okulasi
Untuk memperoleh jumlah keberhasilan yang tinggi, okulasi sebaiknya dilakukan ketika kulit tanaman yang akan diokulasi mudah dikelupas dari kayunya. Saat tersebut biasanya terjadi ketika pembelahan sel-sel di kambium tengah berjalan aktif yang dibeberapa tanaman ditandai oleh pertumbuhan daun muda pada ujung cabang. Setiap tanaman memiliki masa pembelahan sel aktif pada waktu yang berbeda-beda, sebagian ada yang musim panas, sebagian lainnya terjadi pada musim kemarau.
 

Cara Ampuh Mengobati Bisul secara Alami


Posting Lama ►
 

Blogger templates

Copyright © 2012. Syarat Tumbuh - All Rights Reserved B-Seo Versi 5 by Blog Bamz