Tampilkan postingan dengan label Pemeliharaan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pemeliharaan. Tampilkan semua postingan

Pengertian Pestisida

By Unknown | At 00.43 | Label : | 0 Comments
Pengertian Pestisida
Pestisida secara umum adalah bahan kimia sintetik yang dapat digunakan untuk membunuh organisme pengganggu tanaman. Terdapat beberapa jenis pestisida antara lain insektisida, herbisida,  fungisida.

Fungsi pestisida :
  1. Memberantas atau mencegah hama atau penyakit yang merusak tanaman, bagian tanaman atau hasil pertanian
  2. Memberantas gulma
  3. Mematikan daun dan mencegah pertumbuhan tanaman yang tidak diinginkan
  4. Mengatur atau merangsang pertumbuhan tanaman atau bagian tanaman, kecuali yang tergolong pupuk
  5. Memberantas atau mencegah binatang-binatang yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia atau binatang yang dilindungi, dengan penggunaan pada tanaman, tanah dan air.
Pestisida dalam penerapannya telah terbukti dapat menekan kerugian / kerusakan tanaman dan hasil pertanian akibat organisme pengganggu, sehingga sampai saat ini peran pestisida tidak dapat dilepaskan begitu saja dalam pencapaian target produksi.  

Keuntungan dalam penggunaan pestisida antara lain :
  1. Sangat efektif untuk memberantas organisme pengganggu
  2. Aplikasinya praktis dan elastis (luwes, mudah penggunaannya)
  3. Kebanyakan cocok/ kompatibel (adaptif, aditif bahkan sinergis) dengan teknik lainnya
  4. Relatif lebih murah
Kerugian menggunakan pestisida antara lain :
  1. Beracun bagi manusia
  2. Beracun bagi lingkungan biotik seperti fauna domestik (unggas, ternak, ikan, lebah madu, dan serangga penyerbuk), fauna liar (musuh alami organisme pengganggu, satwa liar, organisme berguna lain yang berperan langsung dalam keseimbangan alam
  3. Beracun bagi lingkungan abiotik : air, tanah, udara
  4. Adanya residu pada hasil akhir produksi
  5. Timbulnya jenis (strain) organisme pengganggu baru yang kebal (tahan) pestisida
  6. Kembali menguatnya (resurgensi) populasi organisme pengganggu karena tertekannya musuh alami
  7. Biaya pestisida menjadi mahal karena keberhasilan proses produksi sering bergantung pada pestisida
  8. Timbulnya hama sekunder menjadi hama utama

Manajemen Percabangan Tanaman Karet

By Unknown | At 16.59 | Label : | 0 Comments
Penunasan (Wiwil)
Tunas cabang adalah tunas yang tumbuh dari ketiak daun tanaman. Tunas ini harus dibuang agar tanaman karet yang ditanam nantinya memiliki bidang sadap yang mulus. Oleh karena batang tanaman karet yang disadap berada dibawah ketinggian 3 meter, maka pembuangan tunas cabang pun hanya dilakukan pada area batang tersebut. Seperti pembuangan tunas palsu, tunas cabang pun sebaiknya dilakukan pada awal pertumbuhannya yakni sebelum tunas tersebut mengayu, karena apabila pembuangan tunas dilakukan ketika tunas tersebut mengayu, selain menyebabkan kesulitan dalam proses pembuangannya, bekas potongan tunas mengakibatkan bidang sadap rusak.

Perangsangan percabangan
Pertumbuhan tanaman karet pada fase belum menghasilkan umumnya mengikuti sebuah siklus, artinya pada suatu saat tanaman karet akan tumbuh tinggi tanpa membentuk payung daun dan pada suatu saat pertumbuhan tinggi tanaman akan terhenti dan membentuk payung daun. Selama payung daun yang terbentuk belum benar-benar tua, tinggi tanaman tidak bertambah, dan apabila daun-daun pada payung daun tersebut sudah benar-benar tua tanaman akan tumbuh tinggi tanpa membentuk payung daun, begitu seterusnya. Pertumbuhan tanaman yang demikian apabila dibiarkan dapat menyebabkan batang tanaman mudah patah karena tiupan angin. Oleh karena itu, pertumbuhan tinggi batang haruslah dibatasi dengan cara merangsang percabangan tanaman pada ketinggian > 3 meter dari permukaan tanah. Dengan terbentuknya percabangan, tanaman akan lebih kuat menahan terpaan angin.
Perangsangan percabangan bisa dilakukan dengan berbagai cara yang diantaranya adalah penyanggulan, pemangkasan daun, dan pemenggalan batang.

Pemeliharaan TBM pada Tanaman Karet

By Unknown | At 16.52 | Label : | 0 Comments
Pemeliharaan pada tanaman karet meliputi penyulaman, pembuangan tunas palsu, pembuangan tunas cabang, dan perangsangan percabangan.

Penyulaman
Bibit yang baru ditanam harus diperiksa setiap dua minggu sekali selama tiga bulan pertama setelah penanaman. Pemeriksaan ini penting khususnya bila bahan tanam yang digunakan adalah stum matta tidur. Bibit yang mati harus segera diganti atau disulam dengan bibit yang baru agar populasi tanaman dapat dipertahankan dan seragam.
Penyulaman sebaiknya dilakukan dengan bahan tanam yang mempunya umur relatif sama atau lebih tua dari tanaman yang disulam. Untuk memperoleh bahan tanam yang seumur, haruslah disediakan bibit terlebih dahulu bahan tanam dalam bentuk polibag dan disulam pada tahun yang sama. Jika penyulaman masih harus dilakukan pada tahun ke-dua atau tahun ke-tiga penyulaman harus dilakukan dengan bahan tanam berupa stum mata tinggi.

Pembuangan tunas palsu
Tunas palsu pada tanaman karet adalah tunas yang tumbuh bukan dari mata okulasi. Tunas ini banyak dijumpai pada bibit stum mata tidur, sedangkan pada bibit stum mini atau bibit polibag, tunas palsu relatif jarang ditemui.
Tunas palsu dapat menghambat tumbuhnya mata okulasi bahkan dapat menyebabkan mata okulasi tidak tumbuh, karena pasokan fotosintat yang dihasilkan diserap seluruhnya untuk pertumbuhan tunas palsu. Oleh karena itu, tunas palsu harus dibuang agar pertumbuhan dan populasi tanaman tetap optimal. Pembuangan tunas sebaiknya dilakukan ketika tunas tersebut belum mengayu atau dilakukan pada awal-awal pertumbuhan bibit.
Posting Lama ►
 

Blogger templates

Copyright © 2012. Syarat Tumbuh - All Rights Reserved B-Seo Versi 5 by Blog Bamz