Pengertian Ekstraksi Benih

By Unknown | At 21.45 | Label : | 0 Comments
Ekstraksi benih adalah kegiatan yang dilakukan untuk memisahkan benih dari bagian tanaman yang lain seperti tangkai malai, daging buah dan kulit buah .Beberapa faktor yang harus diperhatikan di dalam memilih metode ekstraksi yang akan digunakan, yaitu :

Skala produksi
Banyaknya benih yang akan dipanen berkaitan dengan waktu dan jumlah tenaga yang dibutuhkan untuk ekstraksi, karena setelah benih selesai dipanen harus segera diekstraksi untuk menghindari terjadinya kerusakan benih.

Biaya tenaga kerja
Biaya tenaga kerja berkaitan dengan jumlah tenaga kerja yang tersedia, semakin sedikit tenaga kerja yang tersedia biaya atau ongkos yang dikeluarkan untuk tenaga kerja semakin mahal dan hal ini akan mempengaruhi besarnya biaya produksi, harga jual benih dan keuntungan yang diperoleh oleh penangkar benih atau produsen benih.

Sarana dan prasarana
Pemilihan metode ekstraksi sangat berkaitan dengan sarana dan prasarana yang dimiliki oleh penangkar benih ataupun produsen benih, karena tidak semuanya memiliki sarana dan prasarana yang memadai.

Modal
Kelengkapan sarana dan prasarana akan mempercepat proses ekstraksi, namun tersedianya sarana dan prasarana tersebut berkaitan dengan besarnya modal usaha. Sementara itu untuk menyediakan sarana dan prasarana membutuhkan biaya yang besar dan seperti diketahui bahwa industri benih termasuk dalam kelompok usaha agribisnis yang lambat dalam menghasilkan keuntungan dan mengembalikan modal kerja.

Kerusakan
Benih seharusnya dipanen pada saat masak fisiologis tetapi pada kebanyakan penangkar benih memanen benih pada saat masak morfologis , karena masak morfologis lebih mudah ditangani dan untuk menentukan saat fisiologis dibutuhkan peralatan laboratorium serta keahlian khusus yang belum tentu dimiliki oleh setiap penangkar benih. Jika benih di panen  pada saat masak fisiologis maka kadar air benih masih tinggi sehingga benih mengalami kerusakan ,oleh karena itu proses ekstraksi harus dilakukan secara hati-hati.

Sifat benih
Metode ekstraksi sangat berkaitan dengan struktur benih, oleh karena itu  pemilihan metode ekstraksi harus disesuaikan dengan struktur benih sehingga kerusaakan benih akibat proses ekstraksi dapat dicegah. Benih berstruktur rapuh harus mendapat perhatian yang serius dalam melakukan ekstraksi.

Sifat buah
Berdasarkan sifatnya, buah dapat diklasifikasikan menjadi beberapa jenis, yang antara lain:
Dry seed ( buah batu ); buah batu mempunyai kadar air agak rendah pada saat benih mulai masak, karena benih mulai mengering pada tanaman induknya sebelum di panen. Beberapa tanaman yang termasuk dalam buah batu adalah kubis, selada, kacang-kacangan dan bawang.

Fleshy fruit ( buah berdaging ); pada buah berdaging, sebelum benih di ekstraksi buahnya dapat dikeringkan terlebih dahulu setelah buah masak. Tanaman yang termasuk dalam buah berdaging adalah cabai, okra dan pare ( bitter gourd )

Wet fleshy fruit ( buah berdaging dan berair ); Buah tipe ini, selain berdaging juga berair seperti tomat dan semangka sehingga pada saat benih masaak fisiologis dan masak morfologis kandungan air benih masih tinggi dan benih diselaputi oleh lendir yang mengandung bahan yang bersifat inhibitor. Sebelum benih dikeringkan lendir yang ada dihilangkan dengan cara kimiawi atau tanpa menggunakan zat kimia tetapi dengan cara difermentasikan terlebih dahulu kemudian benih dicuci dengan air sampai bersih dan bebas dari lendir.

Pengertian Pestisida

By Unknown | At 00.43 | Label : | 0 Comments
Pengertian Pestisida
Pestisida secara umum adalah bahan kimia sintetik yang dapat digunakan untuk membunuh organisme pengganggu tanaman. Terdapat beberapa jenis pestisida antara lain insektisida, herbisida,  fungisida.

Fungsi pestisida :
  1. Memberantas atau mencegah hama atau penyakit yang merusak tanaman, bagian tanaman atau hasil pertanian
  2. Memberantas gulma
  3. Mematikan daun dan mencegah pertumbuhan tanaman yang tidak diinginkan
  4. Mengatur atau merangsang pertumbuhan tanaman atau bagian tanaman, kecuali yang tergolong pupuk
  5. Memberantas atau mencegah binatang-binatang yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia atau binatang yang dilindungi, dengan penggunaan pada tanaman, tanah dan air.
Pestisida dalam penerapannya telah terbukti dapat menekan kerugian / kerusakan tanaman dan hasil pertanian akibat organisme pengganggu, sehingga sampai saat ini peran pestisida tidak dapat dilepaskan begitu saja dalam pencapaian target produksi.  

Keuntungan dalam penggunaan pestisida antara lain :
  1. Sangat efektif untuk memberantas organisme pengganggu
  2. Aplikasinya praktis dan elastis (luwes, mudah penggunaannya)
  3. Kebanyakan cocok/ kompatibel (adaptif, aditif bahkan sinergis) dengan teknik lainnya
  4. Relatif lebih murah
Kerugian menggunakan pestisida antara lain :
  1. Beracun bagi manusia
  2. Beracun bagi lingkungan biotik seperti fauna domestik (unggas, ternak, ikan, lebah madu, dan serangga penyerbuk), fauna liar (musuh alami organisme pengganggu, satwa liar, organisme berguna lain yang berperan langsung dalam keseimbangan alam
  3. Beracun bagi lingkungan abiotik : air, tanah, udara
  4. Adanya residu pada hasil akhir produksi
  5. Timbulnya jenis (strain) organisme pengganggu baru yang kebal (tahan) pestisida
  6. Kembali menguatnya (resurgensi) populasi organisme pengganggu karena tertekannya musuh alami
  7. Biaya pestisida menjadi mahal karena keberhasilan proses produksi sering bergantung pada pestisida
  8. Timbulnya hama sekunder menjadi hama utama

Pengambilan Contoh Benih

By Unknown | At 17.44 | Label : | 2 Comments
Pengambilan Contoh Benih
Pengambilan contoh primer
Contoh primer bisa diambil dari setiap wadah atau dari setiap titik pengambilan, pada wadah tertentu atau tumpukan benih dari lot yang sama. Alat yang digunakan tidak boleh merusak benih dan harus sesuai dengan bentuk, ukuran, berat jenis dan sifat benih.
Apabila benih yang dikemas dalam wadah, maka pengambilan contoh harus diacak atau dibuat rencana pengambilan yang secara sistematis. Pengambilan contoh mesti diambil dari bagian atas, tengah dan bawah, dan tidak hanya satu posisi dalam wadah kecuali volume sesuai dengan daftar intensitas pengambilan contoh. Sedangkan untuk benih curah dengan wadah yang besar maka pengambilan contoh harus dari berbagai posisi dan kedalaman.
Untuk benih yang lengket maka pengambilan benih harus menggunakan tangan; sebab bila menggunakan alat, contoh benih kemungkinan rusak.
Untuk benih yang dikemas dakam wadah kecil atau kedap udara (misal: kaleng, atau plastik) maka pengambilan sebaiknya dilakukan sebelum benih dikemas atau saat proses pengisian ke dalam wadah kecil sesuai aturan berikut:
  1. Wadah yang besar harus tertutup dan diberi tanda sesuai dengan ketentuan;
  2. Pada saat membuka dan memindahkan benih dari wadah yang besar ke wadah yang kecil harus diawasi oleh petugas pengambil contoh benih;
  3. Tidak  dilakukan  prosesing  selama  pengisian  benih  ke  dalam wadah kecil atau wadah kedap udara.
  4. Apabila hal di atas tidak dapat dilakukan, maka pengambilan contoh primer mengikuti butir 2).
Pengambilan contoh komposit
Bila contoh primer dalam lot kelihatan homogen, maka contoh tersebut digabung dalam satu kantong menjadi contoh komposit. Dalam kasus tertentu, beberapa contoh primer dapat secara langsung dimasukkan ke dalam satu wadah. Untuk contoh primer yang tidak homogen, maka permohonan pengujian kelompok benih tersebut tidak boleh diteruskan atau ditolak.

Pengambilan contoh kirim
Contoh kirim didapat dari pengurangan contoh komposit dengan menggunakan salah satu metode yang telah ditetapkan sehingga diperoleh volume contoh yang sesuai.
Apabila pencampuran dan pengurangan dengan tepat pada kondisi gudang tidak mungkin dilakukan, maka contoh komposit harus dibawa ke laboratorium untuk pengurangannya.
Bila contoh komposit volumenya sesuai untuk contoh kirim maka tidak perlu dilakukan pengurangan.
Pemilik benih dapat mengambil contoh tambahan (duplicate sample) bersamaan dengan saat petugas mengambil contoh promer. Cara pengambilan sama dengan cara pengambilan contoh primer.

Menentukan Metode Pengambilan Contoh Benih

By Unknown | At 17.29 | Label : | 1 Comments
Menentukan Metode Pengambilan Contoh Benih

Prinsip umum
Contoh benih diambil secara acak dari berbagai posisi pada kelompok benih kemudian digabungkan. Contoh ini diperoleh dari satu atau lebih contoh secara bertahap. Setiap tahapan kemudian digabung dengan sub contoh yang lain atau dicampur dari bagian-bagian yang diacak.

Petunjuk umum
Contoh benih harus diambil oleh petugas yang kompeten, yang sudah mengikuti latihan dan berpengalaman dalam pengambilan contoh benih. Petugas harus indenpenden, bebas tekanan komersial serta mengikuti aturan pengambilan contoh yang sudah ditetapkan.
Kelompok benih harus ditata/disusun atau diatur secara baik sehingga setiap wadah mempunyai kemungkinan yang sama untuk diambil contohnya.
Bila keadaan kelompok benih atau wadah tidak memungkinkan penerapan prosedur pengambilan contoh, maka pengambilan contoh ditunda. Petugas berhak meminta data yang lengkap tentang pencampuran dan pencurahan dari kelompok benih yang dimaksud kepada pemiliknya. Bila ternyata dokumen tidak lengkap, dan benih secara fisik kelihatan hetrogen, maka pengambilan contoh dapat dibatalkan/ditolak.

Intensitas pengambilan contoh
Isi wadah 15 – 100 kg
Intensitas pengambilan contoh benih harus memenuhi persyaratan minimum sebagai berikut:

Jumlah wadah
Jumlah contoh yang diambil
1 – 4 wadah
3 contoh primer dari setiap wadah
5 – 8 wadah
2 contoh primer dari setiap wadah
9 – 15 wadah
1 contoh primer dari setiap wadah
16 – 30 wadah
15 contoh primer dari kelompok benih
31 – 59 wadah
20 contoh primer dari kelompok benih
≥ 60 wadah
30 contoh primer dari kelompok benih

Isi wadah < 15 kg
Jika benih dalam wadah kurang dari 15 kg seperti kaleng, karton, atau wadah lain yang biasa digunakan oleh pedagang eceran, cara pengambilan contohnya adalah beberapa wadah digabung menjadi satu unit yang beratnya tidak lebih dari 100 kg per unit yang dianggap sebagai satu wadah (tabel 3). Contoh 100 kaleng @ 1 kg, dianggap sebagai 1 wadah sehingga diambil 3 contoh primer (@ 1 kg).

Isi wadah > 100 kg
Intensitas pengambilan contoh benih harus memenuhi persyaratan minimum sebagai berikut:

Volume lot
Jumlah contoh primer
101 – 500 kg
minimal 5 contoh primer
501 – 3.000 kg
1 contoh primer setiap wadah 300 kg, minimal 5 contoh primer.
3.001 – 20.000 kg
1 contoh primer setiap wadah 500 kg, minimal 10 contoh primer.
≥ 20.001 kg
1 contoh primer setiap wadah 700 kg, minimal 40 contoh primer.


Berat minimum contoh kirim 
Contoh kirim untuk penetapan kadar air 100 gr, untuk benih yang ditumbuk, dan 50 gr untuk jenis yang lainnya  Untuk semua pengujian, berat contoh kirim ditetapkan dalam kolom 6 tabel 3. Sedangkan untuk menentukan analisis kemurnian volume contoh kirim tidak boleh kurang dari contoh kerja yang ditetapkan dalam kolom 5 tabel 3. Bila contoh kirim kurang dari ketentuan, benih harus diberi keterangan dan pengujian dilakukan dengan contoh kirim tunggal. Untuk benih yang sangat mahal, apabila contoh kirim tidak memenuhi ketentuan, pengujian tetap harus dilakukan dengan memberikan catatan pada laporan hasil uji sebagai berikut: “Berat contoh kirim yang diterima hanya ..... gr dan tidak memenuhi persyaratan minimum contoh kirim.

Kelompok Benih dalam Pengujian Mutu

By Unknown | At 17.19 | Label : | 0 Comments
Kelompok benih yang akan diuji harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:

Volume
Volume kelompok benih harus memenuhi aturan asosiasi pengujian mutu benih internasional (ISTA Rules, 2004) sebagaimana terurai pada tabel 1 dengan toleransi 5%, kecuali untuk benih tanaman semak (herbage) dan benih tanaman hias (amenity seed) yang dikirim dalam bentuk curah (bulk) dimana benih tidak dimasukkan dalam kantung benih (sachet). Bila kelompok benih melebihi ketentuan volume, maka kelompok yang besar tadi harus diubah sesuai ketentuan, kemudian harus dipisahkan dan masing-masing diberi tanda.

Homogenitas
Kelompok benih harus dihomogenkan sedemikian rupa sehingga tidak ada catatan/keterangan heterogen. Apabila ada keterangan heterogen maka dapat dilakukan pengujian heterogenitas pada kelompok benih tersebut dengan mengambil beberapa wadah.
 
Wadah
Setiap mwadah harus ditutup rapat/disegel dan diberi label atau tanda untuk memudahkan identifikasi kelompok benih. Benih dalam bentuk curah atau wadah tidak tertutup tidak dapat disertifikat.

Penandaan dan penutupan wadah
Pada saat pengambilan contoh, semua wadah harus diberi label/ tanda untuk menunjukkan identitas kelompok benih. Identitas contoh kirim mengikuti identitas kelopmpok benih yang diambil. Petugas pengambil contoh bertanggung jawab terhadap contoh kirim.


◄ Posting Baru Posting Lama ►
 

Blogger templates

Copyright © 2012. Syarat Tumbuh - All Rights Reserved B-Seo Versi 5 by Blog Bamz